Integrasi Jaringan Pelabuhan Turunkan Biaya Logistik

Dibuat Oleh : Agil Kurniadi
Tanggal Posting : 25/09/2019

Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Bongkar Muat Tanjung Priok milik Pelindo 2, Jakarta, Senin (16/9/2019). ANTARAFOTO/Muhammad Adimaja

 

ROTTERDAM – Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Arif Toha, menekankan pentingnya kebijakan integrasi jaringan pelabuhan yang terkoneksi dengan pengembangan kawasan dan infrastruktur.

Kebijakan tersebut, menurutnya, penting untuk menurunkan biaya logistik nasional sebesar 1,6%, memperbaiki konektivitas, dan menyeimbangkan arus perdagangan antara Indonesia Barat dan Timur.

"Integrasi pengembangan kawasan dan infrastruktur dibangun dengan menjadikan konektivitas laut, sebagai back bone sistem transportasi untuk menunjang kawasan hinterland," ujar Arif dalam keterangan tertulis Kemenhub, Selasa (24/9).

Kebijakan integrasi yang dimaksud adalah kebijakan Integrated Port Network. Bentuknya berupa peningkatan performa di beberapa pelabuhan, seperti di Pelabuhan Belawan, Kijing, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar, Bitung dan Sorong.

Adapun bentuknya berupa pembentukan Aliansi Jaringan Pelayaran untuk meningkatkan efisiensi jaringan pelayaran dan pengembangan Industri yang terintegrasi dengan pelabuhan melalui pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan konektivitas.

Contoh kebijakannya seperti Pelabuhan Bitung. Arif mengatakan, pelabuhan yang akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus Bitung ini nantinya bisa dihubungkan dengan jalan tol Manado-Bitung. Tujuannya, untuk menunjang pergerakan barang dari pusat industri ke pelabuhan maupun sebaliknya.

Menurut Arif, model kebijakan tersebut perlu didukung program pembangunan sektor kelautan yang terarah dan tepat sasaran. Kebijakan pembangunan sektor maritim Indonesia patutnya mampu mengkonsolidasikan program-progam pembangunan kelautan yang telah ada.

Pria itu menekankan, semua kebijakan itu harus mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang mengarahkan isu infrastruktur konektivitas laut dan antarmoda sebagai fokus kerja Kemenhub.

“Isu strategis ini  menjadi acuan dan arah kebijakan  transportasi laut Tahun 2020-2024 yang berfokus pada infrastruktur, konektivitas, dan keselamatan serta upaya optimalisasi penggunaan pembiayaan alternatif dalam membangun infrastruktur," jelasnya.

Sebagai informasi, Indeks Performa Logistik Indonesia berada pada posisi 46 dengan skor 3,15 di 2018. Posisi ini naik dari peringkat 63 dengan skor 2,98 di 2016.

Peningkatan tersebut sejalan dengan peningkatan kualitas infrastruktur melalui berbagai pembangunan yang dilakukan.

Pariwisata Melalui Laut
Dalam segi perekonomian nasional di bidang maritim, Arif juga menerangkan ada peluang investasi pada bidang pariwisata, selain dari pengembangan kawasan industri. Peluang tersebut melalui dukungan 10 lokasi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) seperti Danau Toba, Mandalika dan Labuan Bajo.

Sejauh ini, terangnya, dukungan telah dilakukan berupa kebijakan pembukaan pelabuhan untuk kapal-kapal wisata sebanyak 18 pelabuhan sebagai entry dan exit point kapal wisata atau yacht. Kemudian, dibuka pula 5 pelabuhan untuk embarkasi dan debarkasi wisatawan melalui kapal pesiar atau cruise ship.

Upaya Kemenhub yang masih dilakukan  sejauh ini, sebutnya, adalah optimalisasi pembiayaan alternatif melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dengan skema ini, Pemerintah maupun prakarsa Badan Usaha dapat menyepakati usulan proyek-proyek yang akan dijalani.

"Saat ini pada sektor transportasi laut, telah dilakukan 2 pilot project KPBU yaitu di pelabuhan Bau-Bau, Sulawesi Tenggara dengan nilai investasi sebesar Rp325 miliar dan pelabuhan Anggrek, Gorontalo dengan total nilai investasi sebesar Rp275 miliar. Kedua proyek KPBU ini sedang dalam proses penyiapan dokumen KPBU,” terangnya.

Di sisi lain, Arif juga menekankan pentingnya konsep EcoPort, konsep operasional pelabuhan yang menerapkan teknologi ramah lingkungan dan pengunaan teknologi digital untuk efektifitas dan efisiensi operasional pelabuhan.

Teknologi tersebut diterapkan untuk prasarana pelabuhan dan sarana kapal yang digunakan baik untuk pelayanan barang maupun penumpang. Implementasinya diterapkan dalam sistem digital seperti Inaportnet dan E-Ticketing Penumpang. (Agil Kurniadi)

Sumber : https://www.validnews.id/Integrasi-Jaringan-Pelabuhan-Turunkan-Biaya-Logistik-yNl

Kontak dan Informasi

Untuk pertanyaan apa saja mengenai Prahu-Hub silahkan hubungi :

Email : cs@prahu-hub.com
Telp : 031 - 7482307
Telp & Whatsapp : (0811) 3457-863

All Rights Reserved. Versi 2.28-0509 LIVE - 24102019

Social Media