Selamat Datang
Anda masuk sebagai

Layanan Pelanggan

cs@prahu-hub.com
0811-3457-863

Detail Pesanan

SELESAI
STATUS PENGIRIMAN
PEMBAYARAN
PEMESANAN

Detail

Temukan Prahu-Hub di

Berita Terkini

  Tulis Informasi

02/01/2019

Waspadai Gelombang Tinggi di 3 Perairan Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo meminta masyarakat untuk mewaspadai peluang adanya gelombang tinggi di sejumlah perairan timur Indonesia.Potensi terjadinya gelombang tinggi (rough sea) ini berada perairan Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian Utara.“Perkiraan gelombang tinggi ini terjadi pada tahun baru, 1 – 2 Januari 2019. Masyarakat kami minta untuk waspada,” kata Indar Adi Waluyo, Kepala BMKG Gorontalo yang merilis pengumuman dari Ricky Daniel Aror, Kepala Seksi Observasi dan Informasi, Stasiun Klimatologi Kelas II Maritim Bitung, Senin (31/12/2018).Nelayan tradisional, kapal feri/penyeberangan, tongkang, dan kapal ukuran besar diminta untuk memperhatikan potensi angin berkecepatan tinggi dan gelombang tinggi ini selama pelayaran terutama di 3 perairan tersebut.“Masyarakat harap memperhatikan resiko terhadap keselamatan pelayaran,” ujar Indar Adi Waluyo.Kapal ukuran besar, kapal kargo dan kapal pesiar diminta menghindari gelombang tinggi di atas 4 meter dan kecepatan angin di atas 27 knot. Penulis: Kontributor Gorontalo, Rosyid A AzharEditor: KhairinaCopyright Kompas.com

Oleh: Anggi

31/12/2018

PERINGATAN DINI GELOMBANG TINGGI

Terdapat pola tekanan rendah 1003 hPa, 1004 hPa dan 1007 hPa di Samudra Hindia selatan Bali, Laut Sulu, dan Laut Cina Selatan. Pola angin di utara Indonesia umumnya bergerak dari barat laut - timur laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 - 30 knot, sementara di selatan wilayah Indonesia umumnya bergerak dari barat daya - barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 - 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Cina Selatan, Perairan Kep. Natuna dan Kep. Anambas, Selat Sunda, Perairan utara dan selatan P. Jawa, Laut Jawa, Laut Arafuru, dan Perairan Yos Sudarso. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut. TINGGI GELOMBANG 1.25 - 2.5 M BERPELUANG TERJADI DI : PERAIRAN BARAT P. SIMEULUE HINGGA KEP. MENTAWAIPERAIRAN ENGGANO - BENGKULUSAMUDRA HINDIA BARAT SUMATRASELAT SUNDA BAGIAN UTARA PERAIRAN SELATAN BALI HINGGA SUMBAWASELAT BALI - SELAT LOMBOK - SELAT ALAS BAGIAN SELATANPERAIRAN SELATAN P.SUMBA PERAIRAN SELATAN P. SAWU HINGGA P. ROTE – KUPANG LAUT SAWU - SELAT OMBAISAMUDRA HINDIA SELATAN NUSA TENGGARASELAT KARIMATAPERAIRAN TIMUR KEP. BINTAN HINGGA KEP. LINGGAPERAIRAN UTARA PANGKAL PINANGSELAT GELASA  PERAIRAN KEP. SERIBUPERAIRAN SELATAN KALIMANTAN PERAIRAN KOTABARU PERAIRAN KEP. KANGEAN LAUT BALI SELAT MAKASSAR BAGIAN SELATAN PERAIRAN BARAT SULAWESI SELATAN LAUT SUMBAWA PERAIRAN KEP. SABALANA KEP. SELAYAR TELUK BONE BAGIAN SELATAN PERAIRAN KEP. BAUBAU - KEP. WAKATOBI LAUT FLORES PERAIRAN UTARA FLORES PERAIRAN SELATAN AMBON LAUT BANDA PERAIRAN KEP. SERMATA HINGGA KEP. TANIMBAR PERAIRAN KEP. KAI HINGGA KEP. ARU LAUT ARAFURU BAGIAN BARAT DAN TENGAH PERAIRAN AMAMAPARE - AGATS LAUT SULAWESI BAGIAN TIMUR PERAIRAN KEP. SANGIHE PERAIRAN BITUNG - MANADO LAUT MALUKU  PERAIRAN UTARA KEP.SULA PERAIRAN BARAT DAN TIMUR KEP. HALMAHERA LAUT HALMAHERA PERAIRAN UTARA PAPUA BARAT HINGGA PAPUA TINGGI GELOMBANG 2.5 - 4.0 M BERPELUANG TERJADI DI : PERAIRAN BARAT LAMPUNG SELAT SUNDA BAGIAN SELATAN PERAIRAN SELATAN BANTEN HINGGA JAWA TIMUR SAMUDRA HINDIA SELATAN BALI PERAIRAN UTARA SINGKAWANG PERAIRAN UTARA JAWA BARAT HINGGA JAWA TIMUR LAUT JAWA PERAIRAN KEP. TALAUD PERAIRAN UTARA HALMAHERA PERAIRAN BARAT YOS SUDARSO LAUT ARAFURU BAGIAN TIMUR SAMUDRA PASIFIK UTARA HALMAHERA HINGGA PAPUA TINGGI GELOMBANG 4.0 - 6.0 M BERPELUANG TERJADI DI : LAUT NATUNA PERAIRAN KEP. ANAMBAS SAMUDRA HINDIA SELATAN JAWA TINGGI GELOMBANG > 6.0 M BERPELUANG TERJADI DI : LAUT CINA SELATAN LAUT NATUNA UTARA PERAIRAN KEP. NATUNA WARNING :Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran : Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

Oleh: Biilkis Anisah

24/12/2018

Kondisi Perairan di Beberapa Pelabuhan.

Tidak dapat dipungkiri kalua kondisi cuaca di perairan sangat berpengaruh kepada kelancaran proses pengiriman barang Anda jika via jalur laut.Langsung saja berikut bebrapa informasi kondisi perairan dan cuaca di beberapa pelabuhan di Indonesia yang sangat penting Sahabat Prahu ketahui untuk kelancaran proses pengiriman barang Anda:1.       Pelabuhan Tanjung Perak – SurabayaPELABUHAN : Pelabuhan Tanjung Perak, SurabayaCUACA : Hujan RinganKECEPATAN ANGIN : Barat Daya - Barat, 3 - 12 knotsTINGGI GELOMBANG : 0.25 - 0.5 m 2.       Pelabuhan Tanjung Priok – DKI JakartaPELABUHAN : Pelabuhan Tanjung Priok, JakartaCUACA : Hujan RinganKECEPATAN ANGIN : Barat Daya - Barat, 7 - 20 knotsTINGGI GELOMBANG : 0.4 - 1.2 mPeringatan :Waspada gelombang tinggi mencapai 1.5 meter hingga 2.5 meter di Perairan selatan Jawa Barat, Samudera Hindia selatan Jawa Barat, Perairan selatan Banten, dan Samudera Hindia selatan Banten. 3.       Pelabuhan Belawan – MedanPELABUHAN : Pelabuhan Belawan, MedanCUACA : BerawanKECEPATAN ANGIN : Barat - Utara, 2 - 15 knotsTINGGI GELOMBANG : 0.5 - 0.75 m 4.       Pelabuhan Tenau – KupangPELABUHAN : Pelabuhan Tenau, KupangCUACA : Hujan SedangKECEPATAN ANGIN : Barat Daya - Barat, 4 - 10 knotsTINGGI GELOMBANG : 0.5 - 1 m 5.       Pelabuhan Tanjung Benoa – BaliPELABUHAN : Pelabuhan Benoa, BaliCUACA : Hujan SedangKECEPATAN ANGIN : Barat Daya - Barat, 4 - 15 knotsTINGGI GELOMBANG : 0.5 - 1.5 mPeringatan :Waspada gelombang tinggi mencapai 1.5 meter hingga 2.5 meter di Perairan selatan Jawa Barat, Samudera Hindia selatan Jawa Barat, Perairan selatan Banten, dan Samudera Hindia selatan Banten. 6.       Pelabuhan Pajang - LampungPELABUHAN : Pelabuhan Panjang, LampungCUACA : Hujan RinganKECEPATAN ANGIN : Selatan - Barat Daya, 3 - 15 knotsTINGGI GELOMBANG : 0.2 - 0.7 mPeringatan :Tinggi gelombang dapat mencapai 1.25 - 2.50 meter: di Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Lampung, dan Selat Sunda Selatan. 7.       Pelabuhan Samudera - BitungPELABUHAN : Pelabuhan Samudera, BitungCUACA : Hujan RinganKECEPATAN ANGIN : Barat Daya - Barat Laut, 6 - 15 knotsTINGGI GELOMBANG : 0.25 - 0.75 m 8.       Pelabuhan Yos Sudarso - AmbonPELABUHAN : Pelabuhan Yos Sudarso, AmbonCUACA : Cerah BerawanKECEPATAN ANGIN : Barat - Utara, 2 - 12 knotsTINGGI GELOMBANG : 0.1 - 0.75 m 9.       Pelabuhan Semayang – BalikpapanPELABUHAN : Pelabuhan Semayang, BalikpapanCUACA : Hujan RinganKECEPATAN ANGIN : Tenggara - Barat Daya, 2 - 13 knotsTINGGI GELOMBANG : 0.1 - 0.75 mPeringatan :Waspada gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai hingga 1.25m di wilayah perairan Selat Makassar Bagian Tengah, perairan Selat Makassar Bagian Utara dan perairan Kotabaru. 10.   Pelabuhan Dwikora - PontianakPELABUHAN : Pelabuhan Dwikora, PontianakCUACA : Hujan SedangKECEPATAN ANGIN : Selatan - Barat, 1 - 18 knotsTINGGI GELOMBANG : 0.1 - 0.3 m 11.   Pelabuhan Sukarno-Hatta – MakassarPELABUHAN : Pelabuhan Soekarno - Hatta, MakassarCUACA : Hujan SedangKECEPATAN ANGIN : Barat Daya - Barat Laut, 10 - 15 knotsTINGGI GELOMBANG : 0.5 - 1 mPeringatan :Moderate Sea (Gel. 1.25-2.5 m) terjadi di Selat Makassar bag. Selatan 12.   Pelabuhan SorongPELABUHAN : Pelabuhan SorongCUACA : Hujan RinganKECEPATAN ANGIN : Barat Daya - Barat Laut, 3 - 15 knotsTINGGI GELOMBANG : 0.5 - 1.5 mPeringatan :Waspadai tinggi gelombang 3.0 meter dan kecepatan angin 25 knot dapat terjadi di Samudera Pasifik Utara Papua Barat dan Perairan Manokwari 13.   Pelabuhan MeraukePELABUHAN : Pelabuhan MeraukeCUACA : Hujan LokalKECEPATAN ANGIN : Barat - Utara, 5 - 15 knotsTINGGI GELOMBANG : 0.25 - 0.75 m 

Oleh: Robit Hamdani

07/12/2018

Perusahaan AS Akan Bangun Pelabuhan Kapal Pesiar..

Pemerintah Tidore Kepulauanan Provinsi Maluku Utara, bersama perusahaan Amerika Serikat, Merribean, sepakat melakukan konsorsium dan Momerandum of Understanding atau MoU pembangunan pelabuhan khusus kapal pesiar di Kota Tidore Kepulauan.Hal itu, disampaikan Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, dalam penandatanganan kerja sama dengan Merribean, perusahan yang bergerak pada konstruksi pelabuhan kapal pesiar asal AS di Tidore, Rabu 5 Desember 2018.Pemerintah Tidore berharap, proyek internasional ini akan menjadi sarana penunjang pengembangan potensi wisata khususnya di wilayah Indonesia bagian timur. Sebab, sejauh ini sarana pelabuhan yang tersedia bagi kapal pesiar yang masuk ke wilayah Timur Indonesia masih menggunakan pelabuhan konvesional.Rencananya, pembangunan dermaga akan dilakukan di kawasan perairan Rum, karena memiliki kedalaman laut yang dalam serta berada pada Selat Tidore dan Ternate."Kami sudah menyerahkan dokumen pembangunan pelabuhannya kepada para konsorsium Merribean," ujar Muhammad Senen.Sementara itu, pihak Merribean, Santiago mengungkapkan, proyek pembangunan akan dilakukan oleh manajemennya dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal."Kami harap, pemerintah Tidore segera mengembangkan potensi wisata dan menyediakan segala sarana penunjang lainnya," ujar Santiago. (asp)

Oleh: Farid IP

04/12/2018

Peringkat Logistik Indonesia Naik, Tetapi . . .

Kapal Logistik Nusantara 4 yang melayani tol laut menurunkan kontainer muatannya saat bersandar di dermaga Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (28/6/2018). - JIBI/Paulus Tandi BoneGabungan Pengusaha Makanan Minuman Seluruh Indonesia (Gappmi) menilai walaupun peringkat logistik Indonesia meningkat, biaya yang ditanggung pengusaha masih tinggi.Adhi S Lukman, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Seluruh Indonesia (Gappmi), menuturkan pelaku usaha mamin merasakan ada perbaikan logistik dalam negeri, yaitu beberapa pelabuhan lebih siap dan kepastian berangkat meningkat."Sekarang lebih baik. Dulu sering ditunda keberangkatan karena fasilitas tidak memadai. Begitu ada cuaca buruk, tidak bisa muat,"Walaupun mengalami peningkatan dari sisi kepastian keberangkatan, Adhi menyatakan dari sisi biaya hingga sekarang belum bisa turun.Adapun, dalam Indeks Performa Logistik atau Logistic Performance Index (LPI) 2018, peringkat Indonesia naik dari posisi 63 ke 46.LPI merupakan indeks kinerja logistik negara-negara di dunia yang dirilis oleh World Bank per dua tahun sekali. Indeks ini memperhatikan sejumlah komponen yakni bea dan cukai, infrastruktur, pengiriman barang internasional, kualitas dan kompetensi logistik, pencarian barang (tracking/tracing), dan ketepatan waktu (timeliness).Pada 2018, peringkat Indonesia meningkat ke posisi 46 dengan skor 3,15 atau naik 17 peringkat dari sebelumnya di posisi 63 dengan skor 2,98.Dari semua aspek penilaian LPI 2018, aspek kepabeanan meraih skor terendah sebesar 2,67. Sementara itu, aspek penilaian tertinggi adalah ketepatan waktu dengan skor 3,67.Aspek lainnya yaitu infrastruktur dengan skor 2,89, pengiriman barang internasional 3,23%, kualitas dan kompetensi logistik 3,1, dan pencarian barang sebesar 3,3. Pada 2016, posisi LPI Indonesia sebenarnya turun dari posisi 2014 yang berada di peringkat 53 dengan skor 3,08.

Oleh: Adi Ahmad

04/12/2018

Booming Ekonomi Digital, Perlu Ada Terobosan Baru

Pemerintah dinilai perlu melakukan terobosan yang cepat dalam standardisasi logistik guna menangkap peluang pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air. Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengatakan saat ini masalah logistik menjadi salah satu penghambat dari laju pertumbuhan ekonomi digital terutama perdagangan elektronik (e-commerce). Menurutnya, penerapan standardisasi yang baik dinilai akan membuat logistik semakin efisien. Pemerintah juga perlu tegas dalam menerapkan standardisasi karena selama ini dinilai masih sangat lemah dalam aturan-aturan di bidang logistik. "Contohnya masalah kendaraan Overdimention dan Overload (ODOL), pungli dan lain-lain. Pemerintah perlu tegas dalam menerapkan standardisasi ini," katanya, Kamis (22/11/2018). Selain itu, lanjut Zaldy, perlu adanya pertukaran data elektronik logistik sehingga pelaku-pelaku logistik bisa melakukan kolaborasi untuk memperbesar kapasitas logistik. Dia mengingatkan apabila tidak ada terobosan yang dilakukan pemerintah maka pemain e-commerce besar akan menentukan standar logistik. Hal ini bisa berimbas pada pelaku logistik yang hanya akan mengikuti lantaran volumenya berasal dari e-commerce. "Sayangnya, pemain ecommerce besar merupakan perusahaan asing." kata Zaldy.

Oleh: Haris

04/12/2018

Dua Pelabuhan Siap Beroperasi di Tahun 2019

Pemerintah terus menggenjot program Tol Laut dan di tahun 2019 mendatang setidaknya ada dua pelabuhan yang siap beroperasi, yaitu Pelabuhan Kuala Tanjung di Batubara Sumatera Utara dan Makassar New Port.“Apabila program Tol Laut terus berjalan mulus bukan hanya mendorong konektivitas lebih lancar lagi dalam pendistribusian barang, namun juga dapat membantu menekan biaya logistik,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.Ia juga menjelaskan, ada dua hal yang masih jadi kendala dalam pelaksanaan program Tol Laut sampai saat ini, yakni : Masih kosongnya tingkat keterisian barang pada arah pulang. Masih adanya monopoli yang menentukan harga sehingga tidak kompetitif. Untuk itu, pemerintah juga sedang melakukan pengawasan terhadap tindakan monopoli.“Itu sedang kami perbaiki, harapannya ke depan program Tol Laut makin lebih baik termasuk beroperasinya kedua pelabuhan tersebut,” kata Luhut

Oleh: Dea Misuma

04/12/2018

TIPS PEMILIHAN JASA PENGIRIMAN ANTAR PULAU

TIPS PEMILIHAN JASA PENGIRIMAN ANTAR PULAUSelamat datang Sahabat Prahu, berikutnya akan saya bagikan pula tips-tips mencari layanan dari Jasa Pengiriman Barang Antar Pulau ( Freight Forwarding ). Sebelum Anda menggunakan jasa dari Freight Forwarding Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal di bawah ini :A. Biaya pengirimanTidak dipungkiri semua manusia normal jika dihadapkan dengam pemilihan biaya pasti memilih biaya yang murah. Tapi Anda harus paham biaya yang Anda pilih boleh murah asal tidak murahan, yang artinya pelayanan semaksimal dan sebaik mungkin. Dan semua itu Anda bisa langsung tanya dan konfirmasi ke penyadia jasa yang Anda pilih.B. Jenis Layanan ( DOOR to DOOR / PORT to PORT / CY to CY )Anda juga harus memahami Jenis Layanan yang akan disediakan oleh penyedia jasa pengiriman yang Anda pilih. Pertama DOOR to DOOR ialah layanan pengiriman yang nantinya barang Anda diambil dari alamat asal dan akan dikirim ke alamat tujuan. Layanan ini sangat saya sarankan pada Anda yang tidak memahami cara-cara pengiriman barang antar pulau, karena Anda hanya tinggal menyiapkan barang di alamat asal dan menunggu sampai barang itu sampai.Kedua PORT to PORT ialah layanan pengiriman di mana si penyedia jasa hanya melayani pengambilan container di depo tanpa melayani pengambilan barang dan pengiriman barang ke lokasi alamat tujuan. Jadi nantinya jasa trucking di wilayah asal dan tujuan Anda sendiri yang cari dan bayar. Dan juga biaya OPP ( Ongkos Pelabuhan Pemuatan ) dan OPT ( Ongkos Pelabuhan Tujuan ) akan Anda bayar sendiri.Ketiga CY to CY, jenis layanan ini sebenarnya sama dengan layanan PORT to PORT akan tetapi biaya OPP ( Ongkos Pelabuhan Pemuatan ) dan OPT ( Ongkos Pelabuhan Tujuan ) sudah include/masuk pada harga yang ditawarkan oleh penyedia jasa pengiriman.C. Jenis PengirimanMaksud dari Jenis Pengiriman disini metode pengiriman barang yang akan Anda kirimkan. Di sini saya jelaskan ada 2 jenis yaitu FCL (Full Container Load) dan LCL (Less Container Load).Pertama FCL (Full Container Load) adalah jenis pengiriman barang via Kontainer dimana barangnya akan dimasukkan ke dalam Kontainer dan hanya barang Anda saja yang ada di dalam kontainer tersebut.Berikutnya LCL (Less Container Load) adalah jenis pengiriman barang via Kontainer dimana di dalam kontainer tersebut berisi barang-barang dari berbagai pemilik barang. Jenis pengiriman ini sangat berguna jika barang yang Anda kirimkan hanya sedikit dan space kontainernya sisa banyak. Dari tips-tips di atas, semua faktor yang sudah saya sebutkan sudah kami siapkan di https://prahu-hub.com/ untuk Anda Sahabat-Sahabat Prahu. Biaya yang kami tawarkan murah dan layanan yang kami berikan lengkap. Silahkan cari rute yang Anda butuhkan hanya di https://prahu-hub.com/home/pencarian

Oleh: Anggi Prasetyo

04/12/2018

INDONESIA Butuh Badan Khusus Logistik

Pemerintah didesak segera membentuk kelembagaan khusus sektor logistik seperti yang tercantum dalam Peraturan Presiden No. 26/2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional. Ketua Dewan Pakar Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Nofrisel mengatakan pembentukan badan khusus tersebut akan mempermudah konsolidasi guna mempercepat reformasi logistik nasional.Dalam poin terakhir Cetak Biru Pengembangan Sislognas tersebut, menurutnya, perlu ada kelembangaan logistik nasional yang membantu Presiden dalam menyusun kebijakan, mengoordinasikan, menyinkronkan pelaksanaan pengembangan Sistem Logistik Nasional (Sislognas). Dia melanjutkan usulan pembentukan kelembagaan khusus sudah sering disampaikan oleh asosiasi dan komunitas logistik secara formal kepada pemerintah sejak 3 tahun lalu. Namun, Nofrisel menyatakan hingga kini belum ada tindak lanjut dari pemerintah pusat. “Usul ini sejak 3 tahun yang lalu. Mengapa? Karena saat ini kita tidak punya kelembagaan definitif untuk me-manage sistem logistik,” katanya di sela-sela seminar Outloook Industri Transportasi Darat dan Logistik 2018 di Jakarta, Rabu (28/11).Selama ini, dia mengatakan bahwa ada beberapa kementerian yang memang mempunyai wewenang untuk mengeluarkan perizinan sektor logistik. Dia mencontohkan izin di bidang transportasi dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan, perizinan terkait pergudangan oleh Kementerian Perdagangan, izin soal Pusat Logistik Berikat (PLB) oleh Kementerian Keuangan, serta izin untuk bisnis kurir melalui Kementerian Kominfo. Namun, dia menyatakan masing-masing kementerian punya perspektif yang berbeda-beda karena berjalan secara parsial atau terkotak-kotak. Tidak hanya itu, dalam perizinan tersebut juga ada yang harus melalui beberapa kementerian sehingga fungsi pengawasan atau evaluasi performa di masing-masing bidang tidak ada yang mengoordinisasikan. Oleh karena itu, dia mendesak pemerintah membentuk kelembagaan khusus logistik mengingat di negara lain sudah dilakukan dengan nama dewan logistik nasional. “Di negara manapun sudah ada seperti Thailand saja sudah ada. Bahkan kita sering belajar ke Thailand yang sudah punya kelembagaan khusus,” ujarnya.KAJIAN REGULASISementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Erwin Raza mengatakan Perpres No. 26/2012 memang menyebutkan perlunya suatu badan atau kelembangaan logistik di sektor logistik yang sesuai karakteristik Indonesia. Untuk memujudkan hal itu, imbuhnya, perlu didukung dengan kajian Analisis Dampak Regulasi (Regulatory Impact Analysis) terhadap pembentukan kelembagaan tersebut. “Tapi, sampai sekarang belum ada yang membuat kajiannya,” katanya, Rabu (28/11). Seharusnya, Erwin menegaskan asosiasi di bidang logistik bisa melengkapi dengan kajian analisis, misalnya, seperti apa bentuk kelembagaan tersebut, kedudukannya, kekuasaan dan batas kewenangannya.Selain itu, kelembagaan khusus itu harus jelas komposisi personelnya, penganggarannya, dan lain-lain. “Jangan seperti kertas kosong, kemudian diminta pemerintah untuk menulisnya,” kata Erwin. Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi juga menyarankan pemerintah disarankan menunjuk kementerian atau lembaga khusus yang menangani industri logistik Tanah Air. Instansi yang ditunjuk sebagai pemimpin logistik itu agar kebijakan mengenai logistik bisa fokus.Selama ini, undang-undang yang ada sekarang masih fokus yang angkutan orang dan bukan barang. Yukki mencontohkan di Thailand yang manajemen logistiknya lebih bagus dari Indonesia. Itu karena Thailand punya lembaga yang khusus menangani logistik. Saat Thaksin Sinawatra terpilih sebagai perdana menteri, dia langsung membentuk tim ad hoc khusus membenahi permasalahan logistik di negara tersebut. Sebagai perbandingan, biaya logistik Thailand ada di peringkat 3 untuk kawasan Asean di bawah Singapura dan Malaysia. Thailand dan Malaysia pun hanya terpaut tipis masing-masing 13% dan 13,2%. Adapun, Indonesia ada di urutan 5 dengan persentase biaya logistik 25,7% per 2014. Namun tahun ini biaya logistik Indonesia diprediksi turun menjadi 23,5%.

Oleh: Fitcha Fitri Kurniawati

04/12/2018

Inilah 4 Permasalahan Logistik di Indonesia

Saat mendengar kata logistik, salah satu hal yang terpikirkan di dalam benak Anda adalah pengiriman barang besar. Proses pengiriman barang besar ini sendiri tidak semudah yang Anda bayangkan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi bahkan memperlambat perpindahan barang besar tersebut. Apa sajakah? Berikut ulasannya.1. Konektivitas maritim Indonesia          Indonesia adalah negara kepulauan yang besar. Hal tersebut menjadi permasalahan yang cukup besar untuk logistik Indonesia karena perpindahan barang-barang besar antar pulau memakan waktu lama dan biaya yang besar. Selain itu, minimnya infrastruktur membuat konektivitas maritim menjadi masalah utama.2. Biaya pengiriman          Biaya pengiriman barang juga menjadi salah satu masalah layanan logistik Indonesia. Sebab, Indonesia adalah negara yang luas dan terbagi menjadi beberapa pulau sehingga moda transportasi yang digunakan untuk mengangkut barang dibanderol dengan harga yang relatif tinggi.3. Infrastruktur          Salah satu masalah dalam logistik di Indonesia adalah  banyaknya  infrastruktur yang belum memadai dari jalan yang rusak hingga minimnya pelabuhan untuk docking kapal logistik. Hal tersebut berisiko pada pengiriman barang ke tempat-tempat yang jauh.4. Teknologi informasi dan komunikasi          Banyaknya perusahaan logistik dan lainnya yang ingin mengirimkan barang mengalami hambatan karena kurangnya infrastruktur. Selain itu, masalah lain yang muncul adalah keterbatasan  jangkauan jaringan pelayanan, non seluler, serta masih terbiasa memakai sistem manual dalam transaksi logistik.           Itu dia 4 permasalahan yang sering kali terjadi dalam logistik Indonesia. Namun, saat ini anda tidak perlu khawatir karena sudah banyak jasa logistik di Indonesia yang akan membantu menyelesaikan masalah Anda. Salah satunya adalah PRAHU-HUB yang merupakan solusi tepat bagi Anda yang memiliki masalah terkait dengan logistik, transportasi, dan hal-hal yang berkaitan.  Karena di Prahu-Hub memiliki keunggulan yaitu transparansi harga di awal yang dapat langsung diakses oleh pengirim barang. Selain itu, anda dapat melakukan semua proses pengiriman logistik hanya melalui satu website yaitu di www.prahu-hub.com mulai dari cari harga, pesan, bayar hingga download dokumen yang anda butuhkan. Selain itu, karena Prahu-Hub sudah berbasis online (seperti traveloka) anda dapat mengakses selama 24 jam, dengan para vendor yang sudah berpengalaman di bidang logistik serta adanya layanan Customer Service 24jam yang siap melakukan update progress pengiriman barang anda. Untuk informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi nomor berikut 031 - 7482307 / 0811-3457-863 atau langsung saja akses di website www.prahu-hub.com

Oleh: Biilkis Anisah

04/12/2018

PERINGATAN DINI GELOMBANG TINGGI

Peringatan Dini Gelombang TinggiTerdapat Tropical Cyclone “OWEN” 995 hPa di Laut Karang timur Australia bergerak ke tenggara dengan kecepatan 4 knot. Pola angin untuk wilayah Indonesia umumnya bervariasi dengan kecepatan hingga 20 knot. Kecepatan angin mencapai 20 knot terjadi di Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Banten, Laut Natuna utara, Perairan Kep. Sangihe - Talaud, dan Laut Sulawesi bagian timur. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut. Tinggi gelombang 1.25 - 2.50 m (Moderate) berpeluang terjadi di :PERAIRAN UTARA SABANGSELAT SUMBA BAGIAN BARATPERAIRAN BANDA ACEH - SABANGLAUT SAWUPERAIRAN BARAT ACEHSAMUDERA HINDIA SELATAN NTB HINGGA NTTPERAIRAN BARAT P. SIMEULUE HINGGA KEP. MENTAWAIPERAIRAN KEP. ANAMBAS - NATUNAPERAIRAN ENGGANO - BENGKULUPERAIRAN KEP. SANGIHE - TALAUDPERAIRAN BARAT LAMPUNGLAUT SULAWESI BAGIAN TENGAH HINGGA TIMURSAMUDERA HINDIA BARAT SUMATERA HINGGA SELATAN BANTENLAUT MALUKU BAGIAN UTARASELAT SUNDA BAGIAN SELATANPERAIRAN HALMAHERAPERAIRAN SELATAN BANTEN HINGGA JAWA BARATLAUT HALMAHERAPERAIRAN SELATAN SUMBAWA HINGGA SUMBAPERAIRAN UTARA PAPUA BARAT HINGGA PAPUASELAT LOMBOK - SELAT ALAS - SELAT SAPE BAGIAN SELATANSAMUDERA PASIFIK UTARA HALMAHERA HINGGA PAPUA Tinggi gelombang 2.50 - 4.0 m (Rough) berpeluang terjadi di :PERAIRAN SELATAN JAWA TENGAH HINGGA BALISAMUDERA HINDIA SELATAN JAWA BARAT HINGGA BALISELAT BALI BAGIAN SELATANLAUT NATUNA UTARA Saran Keselamatan :Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran : Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

Oleh: Robit Hamdani