Berita Terkini

  Tulis Informasi

18/07/2019

Gerhana Bulan, Air di Pelabuhan Karangantu Surut

SERANG, (PR).- Surutnya air laut pascagerhana bulan merupakan fenomena alam yang biasa terjadi. Seperti yang terjadi di Teluk Banten atau Pelabuhan Karangantu Kota Serang mengalami penyurutan air laut. Sehingga perahu motor nelayan tidak dapat digunakan, karena tersangkut.Berdasarkan pantauan wartawan Kabar Banten, Rizki Putri, surutnya air laut tersebut cukup dalam, sekitar satu hingga dua meter dari permukaan. Bahkan seorang nelayan Bukhori merasa kesulitan untuk membawa perahu motornya keluar dari pelabuhan. "Surut, nempel ke lumpur, jadi tersangkut. Harus didorong pake bambu baru kita bisa keluar. Sekitar dua meteran surutnya," katanya, Rabu 17 Juli 2019.Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Klas 1 Serang Tarjono menjelaskan, bulan purnama atau pun gerhana bulan berpengaruh terhadap pasang surutnya air laut. "Tetapi tidak terlalu signifikan. Menurut konfirmasi dari Polairud Kota Serang, di Karangantu memang terjadi penyurutan air laut. Akan tetapi masih dalam kategori normal atau wajar," katanya.Ia juga mengatakan, di tahun gerhana bulan terjadi dua kali, dan gerhana matahari terjadi tiga kali, dengan satu gerhana matahari cincin. "Peristiwa ini merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan hanya terjadi pada saat fase purnama serta dapat diprediksi sebelumnya," ujarnya.Pertama, Gerhana Matahari Sebagian (GMS) pada tanggal 5 dan 6 Janiari 2019, dan tidak dapat diamati dari Indonesia. Kemudian, Gerhana Bulan Total (GBT) terjadi pada tanggal 21 Januari 2019, yang juga tidak dapat diamati dari Indonesia. Selanjutnya, Gerhana Matahari Total (GMT) pada tanggal 2 Juli 2019 tidak dapat diamati di Indonesia. Kemudian, kemarin, pada tanggal 17 Juli 2019 terjadi Gerhana Bulan Sebagian (GBS) dan dapat diamati dari Indonesia. "Terakhir, nanti pada tanggal 26 Desember 2019, akan ada Gerhana Matahari Cincin (GMC) dan dapat diamati dari Indonesia," ucapnya.***

Oleh: Tim Pikiran Rakyat Kamis

17/07/2019

Sektor Logistik Indonesia Diramal Melaju Kencang, Investor Minat?

WE Online, Jakarta -Laporan JLL terbaru "Southeast Asia Industrial" menyatakan bahwa sektor industri Indonesia segera mengalami pertumbuhan. Hal ini didorong oleh tren domestik yang kuat, termasuk penetrasi dari sektor e-commerce, pertumbuhan perdagangan intra-regional, dan peningkatan efisiensi logistik.Melalui rilis resmi dari perusahaan, penelitian ini menekankan bahwa pasar e-commerce Indonesia yang berkembang pesat serta pertumbuhan urbanisasi yang cepat akan menjadi pendorong utama untuk pertumbuhan sektor logistik. WE Online, Jakarta - Pasar e-commerce Indonesia bahkan diprediksi akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada 2025, dengan nilai lebih dari US$45 miliar. Penjualan e-commerce diperkirakan akan mencapai 5-8% dari total penjualan ritel enam tahun mendatang. Angka ini naik dari saat ini 1-3%, berdasarkan penelitian Google dan Temasek Holdings.Menurut laporan JLL, pada 2020-2025, populasi perkotaan di Asia Tenggara diperkirakan akan tumbuh 2% per tahun, dengan tingkat pertumbuhan tercepat berada di Vietnam (3,5%) dan Indonesia (3,1%).Selain itu, populasi berpenghasilan menengah saat ini di Asia Tenggara diperkirakan akan tumbuh 6% per tahun selama lima tahun ke depan. Indonesia diperkirakan akan menyumbang sekitar tiga perempat dari peningkatan itu.Kinerja logistik Indonesia memang meningkat signifikan dalam tiga tahun terakhir hingga membawanya berada di peringkat ke-46 secara global dibandingkan tiga tahun lalu yang bertengger di peringkat ke-63, menurut Indeks Kinerja Logistik Bank Dunia.Bahkan, beberapa perusahaan e-commerce Indonesia mulai mengembangkan usahanya di fasilitas modern. Misalnya, Lazada, salah satu e-commerce di Indonesia, memperluas fasilitas build-to-suit mereka menjadi 77.000 meter persegi dari 30.000 meter persegi.James Taylor, Kepala Peneliti JLL Indonesia, mengatakan, "Gudang saat ini menjadi semakin canggih berkat permintaan pengguna dan investor yang terus mencari kesempatan untuk pengembangan, kerja sama operasional atau peluang akuisisi untuk memasuki pasar.""Peningkatan pada kualitas serta efisiensi logistik juga memberikan kepercayaan lebih besar pada perusahaan swasta, lembaga sovereign wealth funds, dan dana pensiun untuk meningkatkan eksposur mereka ke sektor logistik," tambahnya.Sejumlah perusahaan lokal dan internasional telah melakukan beberapa transaksi sewa maupun pembelian. Perusahaan Li & Fung logistic menyewa properti seluas 21.000 meter persegi di kawasan industri Jababeka. Sementara Daiwa House melakukan kerja sama operasional dengan perusahaan lokal (BEFA), secara spekulatif membangun dan menyewakan 50.000 meter persegi ruang gudang grade A di kawasan industri MM2100, Bekasi."Laporan ini menyoroti sektor industri di pasar-pasar utama di seluruh Asia Tenggara. Dengan ekonomi terbesar dan negara terpadat di kawasan ini, Indonesia merupakan kunci penting dan minat investor terhadap logistik meningkat secara eksponensial selama beberapa tahun terakhir," tukas Taylor.Penulis: Redaksi WE OnlineEditor: RosmayantiFoto: UnsplashSumber : https://www.wartaekonomi.co.id/read236644/sektor-logistik-indonesia-diramal-melaju-kencang-investor-minat.html

Oleh: Redaksi WE Online

16/07/2019

Indonesia, Pemain Penting Sektor Industri dan Logistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia siap mengalami pertumbuhan pada sektor industri dan logistik. Menyusul tren domestik yang kuat termasuk penetrasi dari sektor e-commerce, pertumbuhan perdagangan intra-regional dan peningkatan efisiensi logistik.Head of Research JLL Indonesia James Taylor menuturkan, pasar e-commerce Indonesia yang berkembang pesat serta pertumbuhan urbanisasi yang cepat akan menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor logistik. "Pasar e-commerce Indonesia yang berkembang pesat akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2025, dengan nilai lebih dari 45 miliar dollar AS atau setara Rp 629,4 triliun," ujar James dalam keterangan tertulis kepada kompas.com, Senin (15/7/2019).Penjualan e-commerce diperkirakan akan mencapai lima hingga delapan persen dari total penjualan ritel pada 2025.Menurut riset Google dan Temasek Holdings, angka ini naik dari pencapaian saat ini yakni satu hingga tiga persen. Tak hanya itu, Indonesia juga punya modal kuat lainnya yakni pertumbuhan populasi. Menurut JLL Indonesia, pada tahun 2020 hingga 2025, populasi perkotaan di Asia Tenggara tumbuh dua persen per tahun, dengan tingkat pertumbuhan tercepat berada di Vietnam (3,5 persen) dan Indonesia (3,1 persen).Selain itu, populasi berpenghasilan menengah saat ini di Asia Tenggara diperkirakan meningkat enam persen per tahun selama lima tahun ke depan dan Indonesia menyumbang sekitar tiga perempat dari peningkatan itu.  Naik peringkatSementara, dari data Indeks KInerja Logistik Bank Dunia, logistik Indonesia juga telah meningkat sangat pesat dalam 3 tahun terakhir dan sekarang berada di peringkat ke-46 secara global dibandingkan pada tahun 2016 yang berada di peringkat ke-63.Bahkan, beberapa perusahaan e-commerce Indonesia mulai mengembangkan usahanya di fasilitas yang modern. Misalnya, Lazada, yang merupakan salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, memperluas fasilitas build-to-suit mereka menjadi 77.000 meter persegi dari sebelumnya hanya 30.000 meter persegi."Pergudangan saat ini menjadi semakin canggih berkat permintaan pengguna dan investor yang terus mencari kesempatan untuk pengembangan, kerja sama operasional atau peluang akuisisi untuk memasuki pasar," urai James.Peningkatan pada kualitas serta efisiensi logistik juga telah memberikan kepercayaan lebih besar pada perusahaan swasta, lembaga keuangan dan investasi, serta dana pensiun untuk meningkatkan eksposur mereka ke sektor logistik.Hal ini terbukti dari sejumlah perusahaan lokal dan internasional telah melakukan beberapa transaksi sewa maupun pembelian.Perusahaan Li & Fung Logistic menyewa properti seluas 21.000 meter persegi di Kawasan Industri Jababeka.Sementara Daiwa House melakukan kerja sama operasional dengan perusahaan lokal (BEFA) yang secara spekulatif membangun dan menyewakan 50.000 meter persegi ruang gudang Grade A di Kawasan Industri MM2100, Bekasi.“Dengan ekonomi terbesar dan negara yang terpadat di ASia Tenggara, Indonesia merupakan kunci penting dan minat investor terhadap logistik telah meningkat secara eksponensial selama beberapa tahun terakhir," tuntas James.  Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Indonesia, Pemain Penting Sektor Industri dan Logistik", https://properti.kompas.com/read/2019/07/16/080000221/indonesia-pemain-penting-sektor-industri-dan-logistik. Penulis : Hilda B Alexander Editor : Hilda B Alexander

Oleh: Hilda B Alexander

15/07/2019

Catat, Ini yang Dibutuhkan Pengusaha Pusat Logistik Berikat

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengusaha yang tergabung dalam Perkumpulan Pusat Logistik Berikat Indonesia meminta dukungan dari Kementerian Perindustrian karena pelaku usaha yang membutuhkan peran pusat logistik berikat bisa semakin maksimal.Ketua Umum Perkumpulan Pusat Logistik Berikat Indonesia (PPLBI) Ety Puspitasari menuturkan selama ini informasi yang didapatkan para pengusaha di sektor industri sangat minim dan cenderung tidak jelas."Industri yang cukup terbantu PLB [pusat logistik berikat], industri makanan, raw material, industri olahan dengan PLB bisa dibantu, beberapa perusahaan bahkan sudah memindahkan area penyimpanan di luar ke Indonesia," katanya kepada Bisnis.com, pekan lalu.Menurutnya, masih ada simpang siur informasi mengenai kejelasan aturan industri besi dan baja, serta industri karet ban. Secara aturan, katanya, sudah dapat diimplementasikan dalam PLB tetapi di lapangan masih belum bisa diakomodasi."Kami jadi bingung, siapkan PLB banyak kalau tidak dipakai bisa jadi kerugian, ini yang kita butuhkan, sebenarnya berapa ada kebijakan pemerintah yang butuh dukungan PLB dalam pelaksanaannya," ujarnya.Dia tidak menginginkan sampai terjadi kapasitas tidak memenuhi kebutuhannya. Dengan demikian, Ety membutuhkan kepastian estimasi permintaan gudang PLB di berbagai industri, sehingga para pengusaha dapat segera menyesuaikan kapasitasnya. Dia juga berharap pemerintah memberikan kepastian hukum atas usaahanya guna memenuhi kebutuhan pengusaha ekspor dan impor.Selama ini, kerja sama PLB dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sudah berjalan baik. Namun, dia masih mengharapkan adanya beberapa perubahan agar peran pusat logistik berikat (PLB) memenuhi kebutuhan pengusaha ekspor dan impor dapat maksimal."Poin utama kami adalah sistem, bagaimana proses kekuatan kapasitas sistem diperbaiki, ini sangat progresif dari DJBC. Kita harap lebih stabil tahun ini," ujarnya.Sebagai bentuk kebijakan baru, paparnya, PLB memerlukan penyesuaian dari skenario bisnis yang tidak bisa ditangkap sejak awal, sehingga semakin lama terus membutuhkan perbaikan supaya menjadi semakin solid dan beroperasi dengan baik.Ety optimistis terhadap pengembangan PLB di masa mendatang. Alasannya, janji efisiensi dan efektivitas yang dapat membantu perusahaan benar terjadi."Tetapi hal ini perlu waktu setiap perusahaan pakai PLB, perubahan akan besar dari tidak melalui jadi melalui, harus review keseluruhan supply chain, dan hasilnya nanti cukup menggembirakan pelanggan," jelasnya.PLB adalah tempat penimbunan barang asal luar daerah pabean dan/atau barang yang berasal dari tempat lain dalam daerah pabean dalam jangka waktu tertentu, serta dapat disertai satu atau lebih kegiatan sederhana.Tempat tersebut diberikan fasilitas kemudahan berupa penundaan pemeriksaan kepabeanan (diperiksa di PLB bukan di pelabuhan, penundaan bea masuk dan pajak impor sesuai tempat penggunaan barang. Pelayanan yang ada pada PLB di antaranya stripping, struffing dan warehousing. Sumber : https://ekonomi.bisnis.com/read/20190715/98/1124122/catat-ini-yang-dibutuhkan-pengusaha-pusat-logistik-berikat

Oleh: Rinaldi Mohammad Azka

15/07/2019

Ini Cara Kemenhub Kembangkan Labuan Bajo

INILAH, Jakarta- Kementerian Perhubungan akan melakukan pengembangan Pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur sebagai terminal penumpang untuk mengintegrasikan kawasan wisata yang ada di Labuan Bajo.Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah meninjau kawasan tersebut bersama Presiden RI Joko Widodo di Labuan Bajo. Saat berkunjung ke Pulau Rinca sekaligus meninjau Pelabuhan Labuan Bajo, Presiden Joko Widodo mengatakan ingin melakukan pembenahan di kawasan sekitar Labuan Bajo dilakukan agar masing-masing kawasan wisata terintegrasi."Kita ini ingin melihat secara makronya untuk kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya. Artinya Labuan Bajo ada Pulau Komodo, ada Pulau Rinca, kemudian ada lautnya. Sehingga pembenahan kawasan pembangunan fasilitas-fasilitas pendukung itu betul-betul terintegrasi semuanya. Karena ini memang ingin kita jadikan wisata yang premium," tutur Jokowi seperti mengutip dari laman resmi Kemenhub.Menindaklanjuti arahan Presiden, Menhub mengatakan akan memfokuskan Pelabuhan Labuan Bajo sebagai pelabuhan khusus penumpang. Sedangkan, terminal kargo atau peti kemas akan dialihkan ke pelabuhan lain di sekitar kawasan Labuan Bajo."Pelabuhan sekarang ini sudah menjadi magnet. Disini ada kapal barang dan kapal penumpang. Ada banyak yacht, pinisi, seperti kita lihat ini kan indah sekali. Karena ini sedemikian indah, maka kita memang harus menata secara lebih detail agar ini menjadi suatu yang bisa diandalkan," ungkap Menhub."Untuk itu terminal barang, kapal barang, kegiatan truk yang luar biasa itu akan kita pindah," tambahnya.Menhub mengungkapkan, rencana pemindahan pelabuhan barang juga sudah disambut baik oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur."Kami mendapatkan dukungan dari Pak Gubernur, untuk memindahkan pelabuhan barang ke dekat sini. Kira-kira jaraknya 15 km dari sini," ungkap Menhub Budi.Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus H.Purnomo menjelaskan, selain akan melakukan pemindahan pelabuhan barang, pihaknya juga akan melakukan pengembangan infrastruktur Pelabuhan Labuan Bajo dalam jangka pendek dan menengah.Di antaranya yaitu memperpanjang dermaga eksisting sepanjang 245 meter menjadi 300 meter, memperpanjang trestle yang semula 44 meter menjadi 134 meter, pembangunan reklamasi seluas 40 x 50 meter persegi, serta dalam jangka menengah akan membangun terminal penumpang baru. (Inilah.com)Sumber : https://www.inilahkoran.com/berita/19257/ini-cara-kemenhub-kembangkan-labuan-bajo 

Oleh: Bsafaat

13/07/2019

Prospeknya Cerah, Bisnis Logistik Diprediksi Tumbuh Lebih 30% di 2020

Estimasi pertumbuhan bisnis logistic bisa mencapai  Rp. 40 triliun per tahunAsosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) memprediksi potensi pertumbuhan bisnis logistik bisa mencapai lebih dari 30% hingga 2020. Ketua Kompartemen Bidang e-commerce DPP ALFI Yan Henry Joewana mengatakan, potensi ini akan terus bertumbuh, apalagi kini banyak hadir para pemain logistik baru. Estimasi pertumbuhan sektor tersebut secara menyeluruh bisa mencapai Rp 40 triliun atau lebih per tahunnya. "Sektor logistik di Indonesia sangat menjanjikan dalam peluang bisnis," ujar Yan kepada Katadata.co.id, Jumat, (12/7). Apalagi, sejak awal tahun ini ada banyak perusahaan logistik yg dapat pendanaan seperti Waresix dan Ritase. Kemudian ada startup logistik asal Singapura, Ezyhaul, yang juga baru mendapat pendanaan dan startup logistik asal Malaysia TheLorry dan dikabarkan bakal masuk Indonesia. Namun, Yan mengatakan, para pemain baru itu hanya menyentuh satu bagian saja di sisi logisitik, yakni di area transportasi. Sedangkan, untuk bisa menekan biaya logistik di Indonesia, perusahaan logistik perlu menyentuh aspek lain, seperti pergudangan dan pengiriman ke konsumen. "Jadi bukan hanya transportasi point to point saja yang disentuh," ujarnya. Para pemain logistik harus bisa memberikan efisiensi, visibilitas, dan konektifitas yang berkelanjutan (sustainable). Tujuannya, agar mereka dapat menjawab tantangan dan mengambil peluang-peluang bisnis. "Kalau tidak (bisa), hanya jadi model bisnis baru saja yang sifatnya boleh dikatakan mirip broker online, untuk mencocokkan supply dan demand logistik, tidak lebih dari itu," ujarnya. Sektor e-commerce berkontribusi memberikan pendapatan tinggi untuk bisnis logistik. "Di atas 50% karena memang benar logistik adalah adalah salah satu pilar penting buat kesuksesan e-commerce," ujarnya. Sependapat dengan Yan, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (iDEA) Ignatius Untung mengatakan, potensi bisnis logistik sangat besar karena terpengaruh dengan pertumbuhan e-commerce di Indonesia. "Ketika e-commerce sedang booming, otomatis dia (sektor industri) juga ikut terbawa," ujar Ignatius. Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Prospeknya Cerah, Bisnis Logistik Diprediksi Tumbuh Lebih 30% di 2020" , https://katadata.co.id/berita/2019/07/12/prospeknya-cerah-bisnis-logistik-diprediksi-tumbuh-lebih-30-di-2020 Penulis: Cindy Mutia Annur Editor: Sorta Tobing

Oleh: Cindy Mutia Annur

12/07/2019

Pelabuhan Labuan Bajo Jadi Terminal Khusus Penumpang, Kegiatan Kargo Dipindah

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Perhubungan akan melakukan pengembangan Pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur sebagai terminal penumpang untuk mengintegrasikan kawasan wisata yang ada di Labuan Bajo.Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan akan memfokuskan Pelabuhan Labuan Bajo sebagai pelabuhan khusus penumpang. Sedangkan, terminal kargo atau peti kemas akan dialihkan ke pelabuhan lain di sekitar kawasan Labuan Bajo."Pelabuhan sekarang ini sudah menjadi magnet. Disini ada kapal barang dan kapal penumpang. Ada banyak yacht, pinisi, seperti kita lihat ini kan indah sekali. Karena ini sedemikian indah, maka kita memang harus menata secara lebih detail agar ini menjadi suatu yang bisa diandalkan," ungkap Menhub saat mendampingi kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Kamis (11/7/2019)."Untuk itu terminal barang, kapal barang, kegiatan truk yang luar biasa itu akan kita pindah," tambahnya.Menhub mengungkapkan, rencana pemindahan pelabuhan barang juga sudah disambut baik oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur."Kami mendapatkan dukungan dari Pak Gubernur, untuk memindahkan pelabuhan barang ke dekat sini. Kira-kira jaraknya 15 km dari sini," ungkap Menhub Budi.Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus H.Purnomo menjelaskan, selain akan melakukan pemindahan pelabuhan barang.Pihaknya juga akan melakukan pengembangan infrastruktur Pelabuhan Labuan Bajo dalam jangka pendek dan menengah.Di antaranya yaitu memperpanjang dermaga eksisting sepanjang 245 meter menjadi 300 meter, memperpanjang trestle yang semula 44 meter menjadi 134 meter, pembangunan reklamasi seluas 40 x 50 meter persegi, serta dalam jangka menengah akan membangun terminal penumpang baru.  Sumber :https://www.tribunnews.com/bisnis/2019/07/11/pelabuhan-labuan-bajo-jadi-terminal-khusus-penumpang-kegiatan-kargo-dipindah

Oleh: Reynas Abdila

11/07/2019

Oktober, Pesanan Elektronik di Pelabuhan Diterapkan Penuh

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyebut implementasi secara penuh sistem pesanan secara elektronik (delivery order online/DO online) untuk barang impor di pelabuhan dilakukan pada Oktober 2019.Jelang implementasi secara penuh tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menggelar bimbingan teknis sosialisasi dan evaluasi penerapan DO online.""Kegiatan sosialisasi dan evaluasi penerapan DO online tahun anggaran 2019 ini bertujuan untuk membangun serta menerapkan sistem pesanan secara elektronik atau DO online untuk barang impor di pelabuhan yang telah diterapkan di 4 pelabuhan utama dan satu pelabuhan kelas 1 pada akhir Juni 2018 lalu," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko dalam keterangannya, Rabu (10/7/2019).Adapun keempat pelabuhan tersebut adalah Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Makassar serta pelabuhan kelas 1 Pelabuhan Tanjung Emas.Wisnu memandang, kegiatan ini sebagai langkah yang baik untuk meningkatkan konektivitas secara elektronik dan meningkatkan perekonomian daerah dan mendukung program Ditjen Perhubungan Laut."Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan penerapan DO online dapat berjalan dengan baik," ujarnya.Wisnu mengharapkan, kegiatan sosialisasi dan evaluasi penerapan DO online tahun 2019 ini dapat memberikan hasil yang optimal bagi peningkatan perekonomian nasional ke depannya.Wisnu Handoko mengatakan, aplikasi DO online merupakan amanat Peraturan Menteri Perhubungan (PM) 120 tahun 2017 tentang Pelayanan Pengiriman Pesanan Secara Elektronik (Delivery Order Online) untuk barang impor di pelabuhan."Untuk itu DO online mulai diberlakukan di 4 pelabuhan utama dan satu pelabuhan kelas I yang termonitor di Inaportnet 2.0," kata Capt. Wisnu.Penerapan DO online merupakan upaya mempercepat proses permintaan DO, pembayaran DO, sampai penerbitan DO oleh perusahaan pelayaran dengan melakukan pertukaran data elektronik tidak lagi secara manual. Dengan demikian, diharapkan sistem DO online dapat menekan biaya operasional perusahaan dalam pengurusan DO."Aplikasi ini wajib digunakan oleh terminal pelabuhan, perusahaan pelayaran, dan perusahaan jasa pengurusan transportasi (freight forwarding) dalam proses importasi barang," kata Wisnu.Wisnu menegaskan, sistem DO Online akan diimplementasikan secara penuh pada Oktober 2019. "Setelah implementasi secara penuh pada Oktober 2019 akan diterapkan law enforcement seperti pemberian peringatan hingga sanksi," tutur Wisnu.Deputi III Pengelola Portal Indonesia Nasional Single Window ( PP INSW) Harmen Sembiring mengatakan, sistem INSW telah siap menjadi gateway dokumen delivery online."Kami sangat mendukung implementasi delivery online Kementerian Perhubungan dan INSW telah siap menjadi gateway program tersebut," kata Harmen.Menurut Harmen, sekitar 95 persen lalu lintas dokumen perdagangan di ASEAN sudah melalui INSW. PP INSW juga baru-baru ini telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Tiongkok. Juga telah menjalin kesepakatan dengan Korea Selatan dan beberapa negara lainnya. "Jadi pada dasarnya INSW sudah sangat siap menerima layanan lalu lintas dokumen perdagangan, termasuk DO," tegas Harmen. Sumber: https://www.beritasatu.com/ekonomi/563664/oktober-pesanan-elektronik-di-pelabuhan-diterapkan-penuh

Oleh: Thresa Sandra Desfika / CAH

09/07/2019

Menhub: Operasional pelabuhan Tanjung Priok secara full time dilakukan bertahap

KONTAN.CO.ID - BOGOR. Operasional pelabuhan Tanjung Priok secara full time (7x24 jam) akan dilakukan secara bertahap. Wacana tersebut digulirkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.Pembukaan pelabuhan sepanjang waktu ditujukan untuk mempermudah kegiatan ekspor - impor. "Namanya juga bertahap, pertama kali kita upayakan tujuh hari dulu," ujar Budi usai menghadiri sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, Senin (8/7).Saat ini Pelabuhan Tanjung Priok telah beroperasi 5 hari. Sebelumnya pelabuhan tersebut hanya efektif operasional selama 3 hari.Budi memperkirakan upaya pembukaan Pelabuhan Tanjung Priok selama 7 hari penuh dapat tercapai dalam 2 bulan ke depan. Sementara pembukaan penuh 24 jam akan menyusul dalam 6 bulan ke depan.Berbagai faktor eksternal mempengaruhi proses tersebut. Perlu ada edukasi bagi pemilik barang karena selaman ini kapal kerap datang di hari yang sama. "Jadi selama ini kapal yang datang itu menumpuk di satu hari tertentu, kita dorong ini kapal spreading, kalo dimungkinkan kita jadwalkan," terang Budi.Imbauan akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemhub) secara sistematis. Nantinya imbauan akan dilakukan oleh pelaksana teknis di lapangan. Reporter: Abdul Basith Editor: YoyokSumber : https://nasional.kontan.co.id/news/menhub-operasional-pelabuhan-tanjung-priok-secara-full-time-dilakukan-bertahap

Oleh: Abdul Basith

09/07/2019

Pemerintah Kembangkan Pelabuhan Bitung Jadi Program Prioritas Pembangunan

MANADO, suaramerdeka.com - Pemerintah saat ini sedang mengembangkan Pelabuhan Bitung guna mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (Bitung) yang menjadi program prioritas pembangunan.Melalui pengembangan Pelabuhan Bitung, Pemerintah ingin memaksimalkan ekspor dan impor barang di Sulawesi Utara. Demikian dinyatakan Presiden Joko Widodo menyampaikan hal ini saat meninjau langsung Pelabuhan Bitung bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja lain, Jumat (5/7)."Banyak yang ingin masuk ke sini, ini ujung yang dekat dengan Filipina, dekat dengan Asia bagian Timur. Ini ada kekuatan yang bisa dipakai di sini, baik untuk mengekspor maupun mengimpor barang-barang tertentu," terangnya.Pelabuhan Bitung adalah pelabuhan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan target sebagai Pelabuhan Hub Internasional.Di samping itu, keberadaan Pelabuhan Bitung juga akan mendukung kegiatan industri kawasan timur Indonesia meliputi Ambon dan Ternate (pertanian, industri, dan pertambangan) serta Samarinda, Balikpapan, Tarakan, dan Nunukan (batubara, minyak bumi, dan kayu lapis).Sementara itu, Menteri Perhubungan Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pengembangan Pelabuhan Bitung dan sekitarnya akan meningkatkan kapasitas pelabuhan menjadi sekitar 2,7 juta TEUs.“Untuk di pelabuhan Bitung eksisting itu kapasitasnya 1,5 juta TEUs, di KEK 600 ribu TEUs dan di Lembeh 600 ribu TEUS, sehingga total menjadi 2,7 juta TEUs,” ujarnya.Sedangkan untuk biaya konstruksi tahap I yakni pengembangan pelabuhan eksisting adalah sebesar Rp. 1,08 triliun dan tahap II yaitu pengembangan KEK Bitung adalah sebesar Rp. 1,84 trilun.(Red/CN42/SM Network) Sumber :https://www.suaramerdeka.com/news/baca/188125/pemerintah-kembangkan-pelabuhan-bitung-jadi-program-prioritas-pembangunan 

Oleh: (Red/CN42/SM Network)

08/07/2019

Pelabuhan Bitung Dikembangkan Demi Dukung Kawasan Ekonomi Khusus

JAKARTA - Pelabuhan Bitung sedang dalam tahap pengembangan untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (Bitung) yang menjadi program prioritas pembangunan. Melalui pengembangan Pelabuhan Bitung, Pemerintah ingin memaksimalkan ekspor dan impor barang di Sulawesi Utara (Sulut). Demikian dinyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau langsung Pelabuhan Bitung bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja lain, Jumat (5/7). "Banyak yang ingin masuk ke sini, ini ujung yang dekat dengan Filipina, dekat dengan Asia bagian Timur. Ini ada kekuatan yang bisa dipakai di sini, baik untuk mengekspor maupun mengimpor barang-barang tertentu," ujar Presiden Jokowi. Pelabuhan Bitung adalah pelabuhan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan target sebagai Pelabuhan Hub Internasional. Di samping itu, keberadaan Pelabuhan Bitung juga akan mendukung kegiatan industri kawasan timur Indonesia meliputi Ambon dan Ternate (pertanian, industri, dan pertambangan) serta Samarinda, Balikpapan, Tarakan, dan Nunukan (batubara, minyak bumi, dan kayu lapis).Menteri Perhubungan Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pengembangan Pelabuhan Bitung dan sekitarnya akan meningkatkan kapasitas pelabuhan menjadi sekitar 2,7 juta TEUs. “Untuk di pelabuhan Bitung eksisting itu kapasitasnya 1,5 juta TEUs, di KEK 600 ribu TEUs dan di Lembeh 600 ribu TEUS, sehingga total menjadi 2,7 juta TEUs,” sebut Menhub. Sedangkan untuk biaya konstruksi tahap I yakni pengembangan pelabuhan eksisting adalah sebesar Rp.1,08 triliun dan tahap II yaitu pengembangan KEK Bitung adalah sebesar Rp1,84 trilun.Sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/1417937/34/pelabuhan-bitung-dikembangkan-demi-dukung-kawasan-ekonomi-khusus-1562412008 

Oleh: Rina Anggraeni

08/07/2019

Pesan Online untuk Pengambilan Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Perak

JawaPos.com – Sistem pelayanan di Pelabuhan Tanjung Perak terus diperbarui. Setelah memberlakukan e-ticketing, PT Pelindo III meluncurkan inovasi terkait layanan pengambilan barang di pelabuhan. Tidak perlu wira-wiri, pengguna jasa bisa memanfaatkan sistem delivery order online/DO online untuk memindahkan barangnya.Berdasar informasi, sistem anyar tersebut masih diberlakukan untuk layanan peti kemas. Ada tiga terminal milik Pelindo III yang sudah menerapkannya. Yakni, Terminal Teluk Lamong (TTL), Terminal Petikemas Surabaya (TPS), dan Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS).’’Ke depan program bisa dipakai di seluruh terminal. Tidak hanya impor, tetapi juga barang yang dikirim dari kota lain di Indonesia,’’ Kata VP Corporate Communication Pelindo III Wilis Aji Wiranata kemarin (5/7). Dia menambahkan bahwa inovasi bukan hanya bentuk peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa. Langkah tersebut juga merupakan respons atas meningkatnya pengiriman barang via pelabuhan.Pelindo mencatat arus peti kemas luar negeri di Tanjung Perak pada Januari–Juli 2019 mencapai 750 ribu TEUs. Jumlah peti kemas yang masuk dan keluar negeri diprediksi terus bertambah. ’’Angka itu (750 ribu TEUs, Red) belum dijumlah dengan arus domestik atau antarpulau,’’ tambah Wilis.Direktur Utama Pelindo III Doso Agung menjelaskan, sistem DO online memudahkan pengguna jasa. Mereka tidak perlu menenteng banyak berkas saat mengambil barang. Selain itu, pengguna jasa cukup membuka website dan mengunggah persyaratan.’’Pengambilan barang semakin mudah. Efisiensi biaya operasional 20–30 persen,’’ kata Doso. Melalui keterangan tertulis, dia menyebut beberapa keunggulan sistem anyar. Selain memangkas prosedur, kebijakan tersebut mampu menghindarkan dari aksi pemalsuan dokumen.Doso mengakui, saat ini proses penerapan sistem memang tidak mudah. Sebab, tidak semua perusahaan pelayaran memiliki tenaga teknologi informasi (TI) yang andal. Namun, Doso optimistis program berjalan maksimal. ’’Kami akan membantu perusahaan agar proses upload bisa dilakukan dengan mudah,’’ katanya.Sebelumnya ada beberapa prosedur yang harus dilalui saat pengguna jasa hendak mengambil barangnya di pelabuhan. Mereka harus datang langsung ke pelabuhan dengan membawa persyaratan yang diperlukan. Untuk mendapatkan barangnya, pengguna jasa harus antre lebih dulu.Dengan adanya DO online, perusahaan tidak perlu menugaskan orang bagian operasional untuk datang ke pelabuhan. Mereka cukup memasukkan dokumen secara online ke websiteatau aplikasi dan mengunggah persyaratan. Hanya, ada hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan sistem online. Salah satunya terkait server atau jaringan internet.Editor : Dhimas GinanjarReporter : hen/c15/nor Sumber:https://www.jawapos.com/surabaya/06/07/2019/pesan-online-untuk-pengambilan-peti-kemas-di-pelabuhan-tanjung-perak/ 

Oleh: hen/c15/nor

Kontak dan Informasi

Untuk pertanyaan apa saja mengenai Prahu-Hub silahkan hubungi :

Email : cs@prahu-hub.com
Telp : 031 - 7482307
Telp & Whatsapp : (0811) 3457-863

All Rights Reserved. Versi 2.28-0509 LIVE - 24102019

Social Media